Exhaust

Posted: October 23, 2010 in Uncategorized

Exhaust atau yang biasa kita kenal dengan sebutan knalpot pada CS1 saya, mengaplikasi milik Honda Supra X 125 tetapi hanya silincernya saja sementara pipa knalpot  dari mesin hingga sambungan di silincer tetap menggunakan milik CS1

Pada silincer Supra X 125 posisi pemasangannya agak rendah dari posisi silincer  CS1 oleh karena itu diperlukan plat tambahan untuk menyesuaikan posisi, untuk meminimal resiko yang ada saya menggunakan plat tambahan dari bahan stainless steel (lingkaran merah pada gambar atas).

 

Lubang baut pada silincer Supra X 125 berbeda dengan posisi pipa CS1 oleh karena itu diperlukan penyesuaian dengan cara menutup letak lubang baut milik Supra X 125 kemudian diganti dengan posisi yang sesuai pipa CS1, untuk pengerjaan ini diserahkan ke tukang bubut.

Lingkaran merah pada gambar atas menunjukkan posisi lubang baut Supra X 125, sementara lingkaran biru menunjukkan posisi yang sesuai dengan CS1.

Karat/korosi pada gambar di atas bisa diatasi dengan menggosok menggunakan kertas gosok halus, dengan demikian krom dari silincer kembali ke permukaan.

Tire

Posted: October 23, 2010 in Uncategorized

1. Depan

Ban depan saya memakai ukuran 2.75-17 merk Mizzle type Powertread, untuk pelek saya memakai Rossi ukuran 1.85-17, untuk penampilan lebih gahar bisa memakai pelek dengan type T-Shape.

2. Belakang

Ban belakang saya memakai ukuran 3.00-17 merk Swallow type Trail, untuk pelek memakai Rossi dengan ukuran 2.15-17.

Wheel

Posted: October 23, 2010 in Uncategorized

Salah satu alasan membuat blog ini karena banyak yang bertanya mengenai modifikasi pelek standart CS1(pelek balok/palang) menjadi pelek ruji/jari- jari. Ok, kita mulai dari teromol belakang.

1. Belakang

Teromol belakang saya menggunakan milik Honda Supra X 125 DD(Double Disk), varian Supra ini jarang, menurut pengalaman saya tidak semua orang dealer Honda mengetahui varian ini, membeli part inipun bila melalui dealer Honda harus disertai fotokopi STNK varian Honda Supra X 125 DD, untuk harganya sekitar Rp. 240.000,-. Beruntung saya membeli dari seorang teman dengan harga Rp. 200.000,- lengkap dengan part set-nya(bearing, dll) dalam kondisi 99.9%, saya belum tahu apakah part set-nya teromol ini sama dengan milik CS1 tetapi untuk part pangkon/bracket gir belakang (huruf A pada gambar di atas) tetap memakai milik CS1, begitu juga dengan gir belakang dan pangkon/bracket piringan cakram.

 

2. Depan

Teromol depan mengaplikasi milik Honda Supra yang masih memakai kabel speedometer.

Pada lingkaran merah di atas menunjukkan part dari rangkaian speedometer, pada part ini saya masih memakai milik CS1

Pada 2 lingkaran merah di gambar no.4(atas) menunjukkan dudukan dari part pada gambar no.3, karena dudukan pada teromol lebih kecil daripada part pada gambar no.3 ini(ditunjukkan pada 2 lingkaran merah pada gambar no.5) maka dudukan pada teromol harus disesuaikan dengan cara memperbesar menggunakan obeng minus(-).

Huruf A pada gambar di atas menunjukkan part yang disebut bearing, pada teromol yang saya pakai ini awalnya memiliki bearing yang berbeda di sisi kiri dan kanannya(besar dan kecil), kendala yang ada yaitu bearing yang ukurannya lebih kecil lebih cepat aus sehingga solusinya teromol saya bawa ke tukang bubut untuk memasang bearing dengan ukuran yang sama besar.


 

Footpeg

Posted: October 22, 2010 in Uncategorized

1. Kanan


2. Kiri

Saya mengaplikasi Footpeg model lipat milik Y*m*h* Scorpi*, pada 2 lingkaran merah di gambar atas menunjukkan posisi sambungan las.

3. Belakang

Pada bagian belakang hanya merubah tampilan cat dari silver ke hitam doff(matte).

Lain – Lain

Posted: October 22, 2010 in Uncategorized

Pada folder ini saya membahas tentang ide-ide kecil saya, mungkin tidak terlalu signifikan tetapi cukup membuat motor CS1 terlihat berbeda.

 

Untuk menambah kesan rapi dan simple pada CS1 saya melakukan beberapa perubahan, berikut gambar dan keterangannya.


1. Pedal persneling

Pedal persneling saya potong pada bagian belakangnya.

2. Kick starter

Kick starter saya lepas dan untuk melindungi tuasnya saya pasang selang karet yang presisi.

3. Karet pelindung kabel kopling

Karet pelindung kabel kopling ini saya dapatkan dari Honda GL, untuk pemasangannya karet harus dipotong sedikit agar sesuai dengan panjang space yang ada pada CS1.

 

4. Coating

Teknik coating adalah teknik cat  cara celup atau oven , pada motor CS1 beberapa part saya coating warna hitam, seperti gir belakang, pengatur rantai, spiral standart, spiral tuas rem belakang, holder tangki radiator.

5. Teromol belakang Supra


Sebelum saya memakai teromol belakang Supra X 125 DD Rear Brake Edition saya memakai teromol Supra Fit atau Supra varian lain yang masih mengaplikasi model drum. Pengaplikasian dengan teromol ini diperlukan beberapa part, yaitu

teromol Supra (part original Honda Supra)

gir belakang

pangkon/bracket gir belakang (part original Honda Supra)

pangkon/bracket master rem belakang (hand made)

pangkon/bracket piringan cakram (part variasi), huruf B (kuning) pada 2 gambar di atas

pangkon/bracket antara teromol dengan piringan cakram (hand made), huruf A (merah) pada 2 gambar di atas

 

6. Bersih – Bersih

Tidak ada jadwal tertentu atau menjadi rutinitas untuk kegiatan mencuci motor, hanya saja kira – kira 3 minggu sekali saya membersihkan motor saya secara total, secara total yang saya maksud adalah membuka semua cover, hal ini bertujuan membersihkan debu atau kotoran yang menempel pada rangka motor dan juga yang ada di balik cover.

 

Space yang sempit seperti celah antara shockbreaker dan arm sering terlewati oleh kita, pada saat bersih – bersih secara total terkadang saya juga membongkar arm untuk membersihkan kotoran yang masih ada di celah – celah.

Bagian bawah tangki dan wadah cadangan air radiator  yang tertutup oleh cover juga menyimpan debu, tempat ini juga menjadi sasaran pembersihan total.

 

Menjaga kebersihan di balik jok sering diabaikan, padahal ini juga termasuk hot spotnya debu.

 

Karet yang mempunyai fungsi melindungi arm dari rantai sering terlihat kotor, menurut saya tempat ini adalah salah satu pusat yang sering kotor karena disini bertemunya oli dan debu. Part yang perlu kita lepas dan bersihkan adalah rantai, gir depan(untuk gir belakang tak perlu di lepas), tutup gir depan, pangkon/bracket pedal persneling(lingkaran dalam gambar di atas) begitu juga pangkon/bracket pedal rem, karet pelindung arm.

 

Memang tak terlihat secara langsung tapi menjaga kebersihan di bagian bawah mesin ini juga menjadi hal utama.

 

Saat mencuci ”kepala” CS1 kesulitan yang ada yaitu susahnya menjangkau bagian dalam (baliknya visor), sebagai pengingat saja ada 4 baut dan 2 sekrup yang ada pada visor,  pada motor CS1 ini 2 sekrup yang atas (lingkaran merah) tidak saya pasang agar memudahkan bongkar pasang saat mencuci.

 

 

 

 

 

Galeri Foto

Posted: October 21, 2010 in Uncategorized